Gerakan Sayang Ibu, turunkan AKI

Hacked by SultanHaikal & Gantengers Crew

Hacked by SultanHaikal & Gantengers Crew

Hacked by SultanHaikal & Gantengers Crew

Hacked by SultanHaikal & Gantengers Crew

Hacked by SultanHaikal & Gantengers Crew

Hacked by SultanHaikal & Gantengers Crew

Hacked by SultanHaikal & Gantengers Crew

Hacked by SultanHaikal & Gantengers Crew

Hacked by SultanHaikal & Gantengers Crew

Hacked by SultanHaikal & Gantengers Crew

Hacked by SultanHaikal & Gantengers Crew

Hacked by SultanHaikal & Gantengers Crew

Hacked by SultanHaikal & Gantengers Crew

11032011_02
Lanjut Bupati, Penyebab utama tingginya angka kematian ibu tersebut secara umum dipengaruhi oleh kualitas hidup perempuan Indonesia yang masih rendah, baik dalam pendidikan. Kesehatan, maupun kemampuan ekonomi, juga karena faktor budaya yang kurang mendukung kemampuan perempuan. Hal ini pun erat hubungannya dengan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan reproduksi dan pemerikasaan kesehatan selama hamil, dan pasca melahirkan.

Sementara Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB Provinsi Sumatera Barat dalam materinya mengatakan beranjak dari masih tingginya Angka Kematian Ibu inilah, Garakan Sayang Ibu ini perlu dilakukan revitalisasi. Gerakan sayang ibu itu sendiri merupakan gerakan yang dilaksanakan oleh masyarakat bekerjasama dengan pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan melalui berbagai kegiatan yang mempunyai dampak terhadap upaya penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

11032011_03Revitalisasi ini dapat dilakukan dengan mengadakan advokasi agar GSI menjadi penting dalam pembangunan, meningkatkan kepedulian dan kapasitas pimpinan dalam melakukan revitalisasi. Menindaklanjuti dengan perda, membentuk kelompok Kerja tetap (pktajab) GSI dan satuan tugas (satgas) di kecamatan dan kelurahan atau nagari, kerjasama dengan swasta, dan lain.lain.

Selain Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB hadir juga sebagai pembicara Ketua TP PKK Provinsi dengan materi paranan PKK dalam mengaktifkan Poktajab GSI Kab/Kota dan Satgas Kecamatan,  Nagari, dan Kalurahan. Sementara peserta berjumlah 60 orang dari SKPD se-Dharmasraya, Bidan Desa, dan ibu-ibu PKK (Ola/Humas)

Add comment

Sampaikan komentar anda terkait artikel di atas....terima kasih


Security code
Refresh